Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Kesimpulan Makalah Keterampilan Berbahasa

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
1 komentar
Kesimpulan Makalah Keterampilan Berbahasa

Memahami bahasa yang dituturkan oleh pihak lain adalah sebuah proses decoding, yakni meresapkan kode-kode yang diterima ke dalam pemahamannya, baik kode-kode tersebut melalui sarana bunyi maupun tulisan. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan aktif seseorang dalam berbahasa, dan biasa disebut dengan kemampuan aktif reseptif.
           
Keterampilan menyimak dan keterampilan membaca merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca malakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsur-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca)..
Pentingnya kemampuan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat dipisahkan dari yang namanya berbahasa. Memahami pentingnya keterampilan berbahasa, maka mengasah keterampilan berbahasa tak kalah pentingnya.

Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20

Read full story

Pantai Parang Tritis

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
4 komentar
A. Paragraf Deskripsi --> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.

          Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.
 
B. Paragraf Persuasi --> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.

          Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.


referensi:
  • http://andrianibastra.blogspot.com/
  • http://kelasmayaku.wordpress.com  
  • google.co.id
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Parangtritis,_Kretek,_Bantul

Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20
Read full story

Menumbuhkan Sikap Bahasa yang Positif Terhadap Bahasa Indonesia

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
1 komentar
     Sumpah Pemuda yang dicetuskan oleh para pemuda di tahun 1928 telah melahirkan sumpah suci yang memberikan landasan bagi kesadaran kita untuk bersatu dalam bertanah air dan berbangsa dengan satu sikap sama dalam menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Pernyataan yang terkandung dalam sumpah ketiaga itu telah menempatkan bahasa Indonesia pada kedudukan yang terhormat yaitu sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berlatar rasa psikologis yang sama, maksudnya, bahasa nasional ini terlahir dari perasaan sama-sama pernah terjajah, sama-sama penderitaannya, sehingga menjadikan bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa, pada waktu itu. Lalu kini? Semangat juang itu laksana padam. Kini bahasa Indonesia hanya dilandaskan sebagai “alat komunikasi” bagi kebanyakan orang. Itu pun masih terjadi interferensi di sana-sini dalam penggunaannya. Rupanya pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah masih kurang. Kenapa pelajaran sejarah? Ya karena banyak sekali orang-orang yang tidak tahu perjuangan bertahun silam para pemuda bangsa ini untuk menelurkan dan menetaskan pilar-pilar bahasa nasional dalam Sumpah Pemuda 1928!. Menyadari hal tersebut, maka penting bagi kita, bagi pecinta bangsa ini, bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional akan tetap terhormat bila kita mampu bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Bukan tak mungkin sikap positif tersebut membawa serta negara ini menuju bangsa yang lebih bermartabat karena negara yang bermartabat adalah negara yang warga masyarakatnya mampu menjunjung tinggi bahasa persatuan.

     Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai empat fungsi yaitu sebagai lambang kebanggaan nasional, sebagai lambang identitas nasional, sebagai alat persatuan bangsa, dan sebagai alat penghubung antarbudaya dan antardaerah. Fungsi pertama disebut sebagai fungsi pelambang kebanggaan. Fungsi kedua dapat disebut sebagai pelambang identitas nasional. Fungsi ketiga dapat disebut sebagai alat persatuan bangsa. Fungsi keempat dapat disebut sebagai alat penghubung budaya dan daerah. Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dikatakan bahwa bahasa Indonesia memang memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting dalam pembentukan rasa nasionalisme yakni semangat juang untuk lebih memajukan bangsa ini, melalui bahasa Indonesia. Hal ini berarti di dalam bahasa Indonesia, terhembus nafas kebanggaan, jati diri, persatuan, dan penghubung kemajemukan.

     Komponen perilaku berhubungan erat dengan kecenderungan berbuat atau bereaksi dengan cara tertentu. Dalam hubungan itu, ada nilai moral yang muncul. Perilaku positif terhadap bahasa Indonesia dalam hal ini adalah perilaku bertanggung jawab dalam mempertahankan bahasa Indonesia agar menjadi bahasa nasional yang seyogyanya memiliki empat kedudukan dan fungsi yang telah dijabarkan sebelumnya. Perilaku bertanggung jawab ini berarti perilaku yang mampu mempertahankan bahasa Indonesia tetap berkedudukan dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai bahasa nasional.

     Hal tersebut sejalan dengan pendapat Tasai dan Zaidan (2009: 1.6) yang menyatakan, jika pada Anda telah tumbuh rasa bangga, rasa cinta, rasa memiliki, dan rasa bertanggung jawab untuk mempertahankan bahasa Indonesia, berarti pada Anda telah tumbuh sikap yang positif terhadap bahasa Indonesia. Jika Anda telah berhasil menumbuhkan rasa bangga, rasa cinta, rasa memiliki, dan rasa bertanggung jawab untuk mempertahankan bahasa Indonesia pada khalayak, berarti Anda telah berhasil menumbuhkan sikap yang positif terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, kepada khalayak tersebut.

     Berteguh pada hal yang telah dipaparkan di atas, pentingnya sikap positif terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, mudah-mudahan cukup tergambarkan. Dengan penuh kesadaran, pahamilah bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki kedudukan dan fungsi yang menjadi pilar-pilar penopang persatuan bangsa ini. Maka dari itu, merasa membanggai, merasa mencintai, merasa memiliki, serta merasa harus bertanggung jawab dalam mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional agar berjalan sebagaimana mestinya merupakan sikap positif terhadap bahasa nasional kita. Dengan kata lain, penumbuhan sikap positif terhadap bahasa Indonesia merupakan salah satu upaya mewujudkan negara yang sejatinya nasionalis dan negara yang bersatu dalam kemajemukan. Perlu ditekankan bahwa sikap positif ini sama sekali bukanlah sikap merendahkan bahasa lain untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme tersebut pada diri Anda.

Sumber:
  1. Akhadiah, Sabarti dkk. 2003. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. 
  2. Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik; Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Flores:  Nusa Indah.
  4. Tasai, Amran dan Abdul Rozak Zaidan. 2009. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.
  5. http://kebulan09.blogspot.com/2011/12/artikel-ilmiah-pentingnya-sikap-positif.html
  6. www.wiryanto.wordpress.com

Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20

Read full story
 
free counters

keripiku blog © 2008 - 2009 this design by Rayi | All Rights Reserved