Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas bahasa indonesia 2. Tampilkan semua postingan

contoh proposal penulisan ilmiah

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
0 komentar
BAB I
  PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia pendidikan saat ini sangat pesat dan ditunjang dengan teknologi yang modern, terutama dalam metode pengajaran dan penyampaian materi pembelajaran. Untuk membuat siswa-siswi sekolah dasar tertarik untuk memperhatikan, penulis membuat CD interaktif ini terlihat menarik dan pengemasan yang berbeda. Sehingga siswa-siswi sekolah dasar mampu mengambil ilmu yang dikemas menarik.
Di dalam CD interaktif ini penulis membahas tentang kebudayaan yang ada di indonesia, terutama yang ada di daerah Bali. Penulis mengangkat kebudayaan, adat istiadat yang ada di daerah Bali. Bali memiliki banyak sekali kebudayaan yang menarik untuk dipelajari. Dengan kebudayaan yang masih kental, bali mampu menyatukan dunia modern dan tradisional. 
Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk membuat ensiklopedia kebudayaan Bali  yang disertai permainan animasi. Untuk mempermudah pembuatan aplikasi, maka penulis menggunakan program multimedia menggunakan Macromedia Flas  , karena program tersebut dirasakan cocok dengan pengaplikasiannya serta mudah dalam penggunaannya.

1.2 Ruang Lingkup
Dalam CD interaktif kebudayaan bali, penulis akan mengenalkan kebudayaan dari daerah Bali, seperti pakaian adat, tarian adat, rumah adat, senjata tradisional, objek wisata dan peta yang mencirikan kekhasan dari Bali. Untuk menarik perhatian anak-anak, penyampaian dilakukan dengan animasi dan menarik sehingga tidak membosankan untuk anak-anak. CD interaktif ini ditujukan untuk anak sekolah dasar, terutama dari kelas 2 sampai kelas 4 sekolah dasar.

1.3 Tujuan Penulisan
 Tujuan dari penulisan ilmiah ini yaitu membuat CD interaktif pembelajaran yang diperuntukan untuk anak sekolah dasar  dengan langkah-langkah yang diperlukan menggunakan program Adobe Flash professional CS5 dengan software pendukung Adobe Photoshop CS4 dan Corel Videostudio.

1.4 Metode Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode penulisandari studi pustaka, dan melalui informasi yang diperoleh dari berbagai sumber sesuai dengan permasalahan yang diangkat untuk menyelesaikan penulisan ini. Spesifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam metode ini adalah :
Spesifikasi Software :
-          Adobe Flash Professional CS5.
-          Photoshop CS4.
-          Corel Vediostudio
Spesifikasi Hardware
-          Intel(R) Core(TM) i5-2430M CPU 2.40 GHz  2.40GHz .
-          4.00 GB yang tersedia ruang hard-disk untuk instalasi, ruang kosong tambahan diperlukan selama instalasi.
-       64-bit Operating System.
-       DVD-ROM .
Peralatan :
-          Printer
-          Microfon
-          Komputer


1.5 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembaca dalam membaca dan mengartikan penulisan ini, juga supaya dapat terlihat hubungan antara satu dengan yang lainnya, maka diperlukan sistematika penulisan yang berurutan secara garis besarnya. Dengan demikian diharapkan supaya pembahasan selanjutnya tidak menyimpang dari pembahasan sebelumnya. Adapun penyajian penulisan ilmiah ini disusun secara sistematis dalam empat bab.
Bab I yaitu Pendahuluan, meliputi latar belakang, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penelitian serta sistematika penulisan.
Bab II yaitu Landasan Teori, Pada bab ini penulis akan membahas mengenai teori-teori game yang berhubungan dengan Adobe Flash CS5, Adobe Photoshop CS5, dan edit video. Mulai dari teori pembuatan cd interaktif kebudayaan.
Bab III yaitu Pembahasan, dalam bab ini membahas tentang perancangan video animasi pendidikan kebudayaan/ adat istiadat , bagaimana proses pembuatan dan spesifikasi , serta langkah-langkah pembuatan game tersebut,  langkah pembuatan animasi, rancangan input/output, dan spesifikasi hardware dan software. 
Bab IV yaitu Penutup, pada bab terakhir terdiri atas kesimpulan dan saran. Dimana nantinya diharapkan video animasi ini dapat berguna bagi penulis, pemaca, pengamat, dan juga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua sebagai pengetahuan untuk menambah wawasan.
 
referensi 
http://wonecay.blogspot.com/2012/04/tugas-softskill-2-proposal-penulisan.html
wikipedia.com
 
Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20
 
 
Read full story

Teknik Membuat Proposal

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
0 komentar
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Proposal merupakan suatu program kegiatan yang sifatnya sebagai usulan. Proposal merupakan usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak tertentu

Syarat penyusunan proposal
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut:
  1. Memiliki struktur dan logika yang jelas
  2. Hasil kegiatan itu terstruktur
  3. Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
  4. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada

Sistematika Proposal
Proposal penelitian:
  • dasar pemikiran
  • rumusan masalah
  • tujuan penelitian
  • asumsi
  • hipotesis
  • metode penelitian
  • lokasi dan sample penelitian
  • jadwal penelitian
  • personalia penelitian
  • biaya penelitian
  • pustaka acuan
Proposal Kegiatan Kemasyarakatan: 
  • nama kegiatan
  • latar belakang
  • tujuan
  • jenis-jenis kegiatan
  • panitia pelaksana
  • waktu dan tempat pelaksana
  • jadwal kegiatan
  • biaya


Susunan Proposal
  • Halaman Judul
  • Latar Belakang
  • Tujuan Kegiatan
  • Nama dan Tema Kegiatan
  • Bentuk Kegiatan
  • Peserta
  • Penyelenggara
  • Jadwal dan Lokasi Kegiatan
  • Susunan Acara
  • Susunan Panitia
  • Rencana Anggaran
  • Penutup
  • Penawaran Kerjasama (sponsorship)

Penjelasan Susunan Propasal


Halaman Judul
Berisi nama/judul kegiatan, lokasi dan waktu penyelenggaraan kegiatan, dan penyelenggara yang berinisiatif merencanakan kegiatan
Latar Belakang
  • Berisi alasan “mengapa” kegiatan tersebut direncanakan
  • Latar belakang biasanya berisi 3 bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup yang pola kalimatnya dari kalimat/maksud umum ke kalimat/maksud khusus
Tujuan Kegiatan
  • Berisi alasan “untuk apa” kegiatan tersebut direncanakan
  • Tujuan dapat terdiri dari minimal 1 tujuan atau lebih yang berurutan dari tujuan yang paling penting hingga tujuan yang kurang penting

Nama dan Tema Kegiatan
  • Berisi nama/judul kegiatan dan tema yang diangkat dalam kegiatan
  • Contoh :
- Nama kegiatan : “Lomba Lingkungan Sehat Tingkat Kelurahan Sukomakmur 2007”
- Tema kegiatan : “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat”

Bentuk Kegiatan
  • Berisi tentang format/bentuk sajian kegiatanC
  • Contoh : dengan tema “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat”, bentuk kegiatannya seperti :
- Lomba Lingkungan Sehat
- Lomba Membuat Taman Toga
- Penyuluhan Kesehatan Lingkungan
- Penyemprotan Nyamuk Demam Berdarah
- Dll
Peserta
  • Berisi keterangan tentang “siapa” yang akan ikut dalam kegiatan
  • Orang yang menjadi peserta sesuai dengan segmen/jenis kegiatan yang direncanakan
Penyelenggara
  • Berisi keterangan siapa yang menjadi penyelenggara kegiatan.
  • Biasanya penyelenggara ini adalah suatu kelompok organisasi atau kumpulan yang hendak melaksanakan kegiatan karena alasan tertentu
  • Pada bagian penyelenggara ini perlu pula ditampilkan nama dan nomor kontak atau sekretariat yang dapat dihubungi
Jadwal dan Lokasi Kegiatan
Berisi keterangan “kapan dan dimana” kegiatan akan dilaksanakan
Susunan Acara
  • Berisi uraian susunan acara/pelaksanaan kegiatan dari saat mulai sampai selesai.
  • Bisa ditampilkan dalam bentuk tabel dengan format kolom tabel sesuai kebutuhan (No, Waktu, Acara, Pelaksana,dll.)
  • Pada sebuah kegiatan yang menggunakan pembicara, sebelum penyusunan acara perlu dilakukan konfirmasi untuk menyesuaikan waktu dan durasi tiap sesi pembicaraan
Susunan Panitia
  • Berisi susunan kepanitiaan yang telah terbentuk
  • Susunan panitia ini ditampilkan agar pihak yang membaca dapat memiliki data yang jelas dengan siapa pihaknya akan bekerjasama.
Rencana Anggaran
  • Berisi rincian pemasukan, pengeluaran, dan kebutuhan dana yang masih diperlukan
  • Disusun secara sederhana tetapi tetap menggunakan prinsip penyusunan keuangan
Penutup
  • Berisi kalimat yang menyatakan harapan agar banyak pihak dapat tertarik untuk mendukung kegiatan.
  • Ditandatangani oleh Ketua Pelaksana / Ketua Panitia dan mengetahui Penanggungjawab kegiatan
Penawaran Kerjasama (sponsorship)
  • Berisi tentang bentuk-bentuk penawaran kerjasama kepada pihak sponsor
  • Umumnya pihak sponsor tertarik berpartisipasi dalam kegiatan jika :
- Kegiatan diikuti / dihadiri oleh banyak orang
- Ada kesempatan untuk display /selling product
- Kemudahan administrasi dan birokrasi
- Kesesuaian “apa yang bisa panitia tawarkan/jual” dengan “apa yang diinginkan pihak sponsor”
  • Berisi tentang bentuk-bentuk penawaran kerjasama kepada pihak sponsor
  • kepanitiaan membutuhkan dukungan dalam bentuk dana, dan jumlah dana yang dibutuhkan haruslah sepadan dengan “Apa yang bisa ditawarkan / dijual“ panitia kepada pihak sponsor


TUJUAN PROPOSAL 

Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.

Pada Saat Kapan Proposal Dibuat ?
  • Dibuat pada saat kita akan melakukan suatu kegiatan
  • Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan skala kecil atau besar, yang intinya dengan proposal, panitia mencoba melakukan usulan/penawaran kepada pihak-pihak tertentu
  • Dapat berupa proposal permohonan bantuan (biasanya berupa bantuan materiil/dana/barang) atau berbentuk pula proposal penawaran kerjasama yang sifatnya simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) = win-win cooperation
Siapa yang Membuat Proposal dan Kepada Siapa Proposal Dibuat ?
  • Proposal disusun secara bersama-sama oleh kepanitiaan yang terbentuk
  • Proposal diusulkan/ditawarkan kepada pihak-pihak tertentu seperti :
    • - pihak donatur dan pihak sponsor
  • Pihak donatur adalah pihak yang kepadanya diharapkan bantuan berupa bantuan materiil/barang/dana yang diberikan secara cuma-cuma tanpa imbal balik serupa
  • Pihak donatur ini biasanya adalah pihak yang memiliki ketertarikan terhadap jenis kegiatan yang direncanakan dan bersedia membantu kelancaran kegiatan secara positif
  • Pihak sponsor adalah pihak yang kepadanya diberikan penawaran kerjasama yang sifatnya saling menguntungkan antara pihak panitia dengan pihak sponsor
  • Pihak sponsor biasanya adalah pihak yang sedang melakukan promosi/pemasaran terhadap suatu produk tertentu
  • Bentuk kerjasama dengan pihak sponsor berupa hubungan timbal balik dimana panitia akan meminta sejumlah uang/barang/fasilitas untuk mendukung kegiatan, sedangkan pihak sponsor meminta fasilitas dimana ia dapat mempromosikan/memasarkan produknya

referensi
http://terbaru-terbaik.blogspot.com/2012/11/contoh-proposal-kegiatan-sistematika.html
wikipedia.com


Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20

Read full story

Hipotesis

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini
1 komentar
Pengertian hipotesis, hipotesis sendiri dibagi dalam beberapa penngertian, yaitu :
  1. Hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat, meskipun kebenarannya belum dibuktikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipotesis diartikan; patokan duga; anggapan dasar; postulat. 
  2. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji kebenarannya. Seorang peneliti pasti akan mengamati sesuatu gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi focus perhatiannya. Sebelum mendapatkan fakta yang benar, mereka akan membuat dugaan tentang gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatiannya tersebut.
Hipotesis efektif adalah hipotesis yang searah atau mendukung judul, masalah, dan tujuan penelitian. Bila seseorang membuat hipotesis yang tidak mendukung permasalahan yang diangkat maka ini menyulitkan dirinya sendiri.

Untuk menguji hipotesis maka perlu mengumpulkan data emperis. Contoh salah satu hipotesi di atas adalah memperkirakan adanya hubungan antara karya as-Suyuthi dengan al-Zarkasyi maka hipotesis ini diuji dengan data emperis. Hipotesis yang baik, harus spesifik. Agar hipotesis bersifat spesifik, konsep-konsep yang digunakan harus jelas dan sedapat mungkin dapat diolah secara spesifik atau dapat digolongkan ke dalam kategori-kategori tertentu. Artinya hipotesis itu tidak mengambang, agar mudah dipahami.

Dengan demikian, hipotesis akan lebih operasional dan lebih siap diuji secara emperis karena variabel-variabelnya data diukur. Namun demikian, menurut sebagian peneliti sosial, dimungkinkan pula dalam sebuah peneliti tidak ada hipotesis. Pendapat ini muncul karena adanya kekhawatiran bahwa peneliti akan cenderung mencari data yang dapat membenarkan hipotesis yang telah dibuat dan hanya akan menguji hubungan yang sudah jelas dengan mengabaikan data lain yang tidak mendukung. Namun pendapat ini masih perlu diuji kebenarannya, oleh karena dalam sebuah penelitian ditekankan bersifat obyektif bagi seorang peneliti.

Karakteristik hipotesis yang baik
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
  1.  Hipotesis harus mempunyai daya penjelas 
  2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variable-variabel.
  3. Hipotesis harus dapat diuji.
  4. Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada
  5. Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai hipotesis yang baik :
  1. Hipotesis harus menduga hubungan diantara beberapa variable. Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variable atau lebih, disini harus dianalisis variable-variabel yang dianggap turut mempengarui gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pda variabel yang lain.
  2. Hipotesis harus dapat diuji. Hipotesis harus dapat diuji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengmpulkan data-data empiris.
  3. Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan.Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam bberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literature dengan tepat oleh Karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan berdasarkan dari laporan penelitian sebelumnya.
  4. Hipotesis dinyatakan secara sederhana. Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.
Macam-Macam Hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif, merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun di dalamnya bisa terdapat beberapa kategori.

Contoh Hipotesis Deskriptif:
Permasalahan Penelitian: Apakah penerimaan terhadap proses “perdamaian di Poso” mempunyai perbedaan pada mereka yang berasal dari suatu lingkungan tertentu?
Assumsi:
  • Tingkat pendidikan yang ditempuh seseorang memungkinkan keterbukaan untuk menerima proses perdamaian. 
  • Nilai yang dianut seseorang merupakan dasar pengaruh bagi penerimaan proses perdamaian.
  • Tingkat informasi yang dimiliki seseorang dapat memberikan pandangan mengenai suatu proses perdamaian.
Hipotesis Umum:
Orang yang berasal dari lingkungan sosial yang terbuka lebih mudah menerima proses perdamaian.
Hipotesis khusus:
1.   Orang dengan pendidikan yang tinggi relatif lebih mudah menerima proses perdamaian.
2.   Orang yang berorientasi pada nilai-nilai yang moderen lebih menerima proses perdamaian.
3.   Orang yang memiliki banyak informasi lebih mudah menerima proses perdamaian.

2. Hipotesis Korelasional/hubungan
Hipotesis korelasional adalah hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel. Jika pola hubungan antara dua atau lebih variabel bersifat kausal (sebab-akibat) , maka hipotesisnya disebut hipotesis kausalitas

Contoh Hipotesis Korelasional:
Permasalahan Penelitian: Hal-hal yang berhubungan dengan tingkat Hasil Produksi suatu Perusahaan.
Asumsi:
1.  Jumlah tenaga ahli dalam suatu perusahaan berhubungan dengan tingkat hasil produksi
2.  Tenaga ahli akan sulit bekerja di bawah peraturan kerja yang ketat
3.  Peraturan kerja dalam perusahaan berhubungan dengan tingkat hasil produksi.

Hipotesis:
Semakin besar jumlah tenaga ahli dalam suatu perusahaan, semakin rendah tingkat keketatan peraturan kerja perusahaan, berhubungan dengan h menerima proses perdamaian hasil produksi yang semakin meningkat.

Hipotesis Korelasional terdiri dari hipotesis kausal dan korelasi
A. Hipotesis Kausalitas
Contoh Hipotesis Kausalitas:
Permasalahan Penelitian: Mengapa timbul kecenderungan melakukan tindakan kriminal dalam suatu lingkungan masyarakat.
Asumsi:
  • Suatu lingkungan masyarakt mempunyai suatu daya absorbsi, yaitu daya serap atau peredam terhadap suatu gejala sosial yang dapt menimbulkan goncangan 
  • Seseorang dapat merasa frustasi apabila merasa tersisihkan dari lingkungan masyarakatnya. 
  • Seseorang yang merasa frustasi lebih mudah dirangsang untuk cenderung melakukan tindakan kriminal.
Hipotesis:
Untuk mereka yang berada di lingkungan masyarakat yang sangat rendah daya absorbsinyajika mereka merasa semakin tersisihkan dari lingkungan masyarakat, maka mereka semakin mudah terangsang untuk cenderung melakukan tindakan kriminal.

Hipotesis korelasi
hipotesis korelasi (correlational hypothesis), merupakan hipotesis yang mengatakan dua variabel terjadi bersamaantanpa diketahui mana yang mempengaruhi yang lainnya.
Contoh:
- HA : Terdapat hubungan positif antara besarnya kompensasi dan laba perusahaan.

3. Hipotesis Asosiasi
Pengukurana asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel
Hipotesa Kerja (Hk) dan Hipotesa Nol (Ho)

Hipotesa-hipotesa yang dirumuskan oleh peneliti, baik yang bersifat deskriftif, relasional maupun hipotesa kausalitas disebut hipotesa kerja (Hk). Supaya hipotesa kerja tersebut dapat diuji secara statistik, maka diperlukan suatu hipotesa pembanding. Dalam penelitian sosial hipotesa pembanding tersebut dibuat secara arbritrer yang berbentuk hipotesa nol(Ho). Hipotesa nol (Ho) adalah formulasi/rumusan terbalik dari hipotesa kerja (Effendi, 1989:43-45).
 
Contoh Hipotesa Kerja (Hk):
  1. Tindakan agresif lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi daripada yang memiliki tingkat kepadatan rendah. 
  2. Bila persepsi tentang sikap kelompok panutan dikontrol, suami-isteri yang memiliki pekerjaan berpenghasilan tetap, mempunyai persepsi yang rendah tentang nilai ekonomis anak, dan karena itu cenderung untuk lebih menerima norma keluarga kecil. Keduanya menyebabkan persepsi mereka yang tinggi tentang manfaat penggunaan kontrasepsi moderen, sehingga niat serta penggunaan kontrasepsi moderen mereka relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan suami-isteri yang memiliki pekerjaan berpenghasilan tidak tetap.
Contoh Hipotesa Nol (Ho):
  1. Tidak terdapat perbedaan tindakan agresif antara masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi dan masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang rendah. 
  2.  Bila persepsi tentang sikap kelompok panutan dikontrol, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pasangan yang memiliki pekerjaan berpenghasilan tetap dan berpenghasilan tidak tetap dalam persepsi tentang nilai anak, norma keluarga kecil, persepsi tentang manfaat kontrasepsi moderen, dan dalam niat menggunakan serta perilaku kontrasepsi moderen.
Referensi :
http://www.referensimakalah.com/2012/08/pengertian-hipotesis-dalam-penelitian.html
http://litstarss.blogspot.com/2010/04/ciri-ciri-hipotesis-yang-baik.html
http://sisildiaz.blogspot.com/2012/11/hipotesis.html


Nama   : Rayi Dwiky Putra
NPM    : 15110687
Kelas    : 3KA20
Read full story
 
free counters

keripiku blog © 2008 - 2009 this design by Rayi | All Rights Reserved