Kenapa Orang Tua Selalu Rewel?

berminat untuk pasang iklan diblog kami, klik pesan ini

img
Jakarta, Dalam sebuah acara diskusi seorang perempuan muda mengeluhkan sikap mertuanya yang sangat rewel. Ia mengaku terkadang ingin marah karena tak tahan dengan sikap rewel mertuanya tapi selalu diurungkan karena tak mau bersikap kurang ajar yang akhirnya ia jadi kesal sendiri. Kenapa orang yang sudah tua cenderung suka rewel?

dr Nina Kemala Sari, SpPD-KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Penyakit Dalam FKUI mengatakan ada beberapa penyebab kenapa orang yang semakin tua akan semakin rewel atau banyak maunya yang kadang bisa membuat orang yang merawatnya kesal.

Penyebab-penyebab orang yang makin tua rewel antara lain:

1. Gangguan pada fungsi kognitif (kemampuan untuk memahami sesuatu) atau menjadi pikun

"Pertama dilihat dulu fungsi kognitif atau daya pikirnya apakah ada gangguan atau tidak misalnya seperti demensia sehingga membuat orang tua rentan menjadi rewel. Gangguan ini juga ada derajatnya," ujar dr Nina dalam acara media edukasi Sehat dan Mandiri di Masa Tua dengan Menjaga Nutrisi Seimbang di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (24/5/2011).

dr Nina menuturkan jika kondisi kognitifnya baik-baik saja atau tidak ada masalah, maka mungkin ada faktor lain yang mendasari.

2. Kondisi lain ini disebabkan oleh adanya infeksi di dalam tubuh yang nantinya akan berujung pada orang tua menjadi tidak mau makan.

3. Faktor orangtua yang merasa tidak puas dengan kehidupannya. Misalnya anaknya tidak menelepon, jarang berkunjung, merasa kurang diperhatikan, adanya kekecewaan di masa lalu atau masalah non teknis lainnya.

"Tidak mudah memang menghadapi orang tua yang rewel, sehingga kadang orang tua juga perlu dididik. Jadi bantulah ia agar bisa fokus pada sesuatu yang bisa diubah, karena kalau ia fokus pada sesuatu yang di luar kemampuannya bisa mempengaruhi emosinya," ujar dokter dari Divisi Geriatri Departemen Penyakit Dalam FKUI.

dr Nina menyarankan jika rewelnya akibat demensia maka cobalah untuk tidak memberinya terlalu banyak pesan, tapi bicaralah secara pelan-pelan dengan intonasi yang cukup dan gerak bibir yang bisa dibaca. Hal ini karena orang yang demensia bisa membaca gerak bibir dengan baik dan lebih mudah mengerti.

Selain itu ajaklah ia berdiskusi agar bisa memperlambat penurunan kognitifnya, sering-seringlah mengunjunginya jika tinggalnya berjauhan, ajaklah ia memelihara sesuatu seperti hewan atau tanaman dan melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat atau hobinya.

via


Dapatkan berita-berita terbaru kami di
twitter | facebook | RSS feeds | versi mobile

Jangan ke typo dengan nama gue (bikin senyum senyum najong sendiri loh) (from rayi.web.id)


Artikel Menarik Lainnya



0 komentar:


Poskan Komentar

 

Arsip Blog

komentar terakhir

keripiku blog © 2008 - 2009 this design by Rayi Dwiky putra | All Rights Reserved